Kurikulum

Perbedaan RPP dan Modul Ajar Kemendikdasmen 2025 (Panduan Guru)

14 Juli 2026 8 menit bacaOleh Tim Partner Mengajarmu
Ilustrasi perbandingan RPP dan Modul Ajar

Sejak Kurikulum Merdeka bergulir, banyak guru bingung: apakah RPP masih dipakai, atau sudah diganti sepenuhnya oleh Modul Ajar? Artikel ini merangkum jawabannya berdasarkan Panduan Pembelajaran & Asesmen Kemendikdasmen 2025, Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, dan Kepka BKPDM No. 020/021 Tahun 2026.

Jawaban Singkat

Definisi Resmi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Dokumen perencanaan untuk satu pertemuan atau lebih. Formatnya fleksibel — sejak SE Mendikbud No. 14/2019, guru diperbolehkan membuat RPP satu halaman berisi tujuan, kegiatan, dan asesmen.

Modul Ajar

Perangkat lengkap yang menerjemahkan ATP menjadi rencana pembelajaran rinci: identitas, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, sarana, target peserta, model pembelajaran, kegiatan tiap pertemuan, asesmen, pengayaan, remedial, refleksi, LKPD, bahan ajar, dan glosarium.

Perbedaan Utama

AspekRPPModul Ajar
Dasar hukumSE Mendikbud 14/2019Kepka BSKAP 046/2025, Panduan Kemendikdasmen 2025
Panjang dokumen1–3 halaman10–30 halaman
Cakupan1 pertemuan1 topik / beberapa pertemuan
Komponen wajibTujuan, kegiatan, asesmen13+ komponen (identitas, KKTP, LKPD, dst.)
Cocok untukGuru senior, supervisi ringanSekolah penggerak, pembelajaran mendalam
Referensi Profil P3OpsionalWajib terintegrasi
LKPD terlampirTidakYa

Mana yang Harus Guru Buat?

Aturan praktis dari pengawas 2025–2026:

  • Jika sekolah Anda menerapkan Kurikulum Merdeka penuh: buat Modul Ajar untuk topik/unit besar; boleh menambahkan RPP ringkas per pertemuan sebagai catatan harian mengajar.
  • Jika sekolah menerapkan Kurikulum 2013 / transisi: RPP tetap dokumen utama.
  • Sekolah pelaksana KBC (Kemenag): gunakan format Modul Ajar KBC (Cinta Ilahi, Cinta Sesama, Cinta Lingkungan).

13 Komponen Modul Ajar Standar Kemendikdasmen 2025

  1. Identitas modul (satuan, jenjang, fase, mata pelajaran, alokasi).
  2. Kompetensi awal / prasyarat.
  3. Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan.
  4. Sarana & prasarana.
  5. Target peserta didik (reguler, cerdas istimewa, kesulitan belajar).
  6. Model pembelajaran (PBL, PjBL, inquiry, dst.).
  7. Tujuan Pembelajaran (TP).
  8. Pemahaman bermakna & pertanyaan pemantik.
  9. Kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup).
  10. Asesmen (diagnostik, formatif, sumatif) + KKTP.
  11. Pengayaan & remedial.
  12. Refleksi guru & peserta didik.
  13. Lampiran: LKPD, bahan bacaan, glosarium, daftar pustaka.

Contoh Format RPP Ringkas 1 Halaman

Bagaimana Peralihan dari RPP ke Modul Ajar?

  1. Ambil RPP lama sebagai bahan mentah.
  2. Petakan TP-nya ke ATP yang lebih besar.
  3. Tambahkan komponen wajib: Profil P3, KKTP, LKPD, refleksi.
  4. Tulis pertanyaan pemantik agar sesuai prinsip pembelajaran mendalam.
  5. Sertakan asesmen diagnostik di awal.

Cara Cepat: Generate Modul Ajar dengan AI

Menyusun 13 komponen Modul Ajar manual bisa memakan 4–6 jam. Zuper Guru menghasilkan Modul Ajar lengkap + LKPD + bank soal dalam ~3 menit, sudah mengacu Kepka BSKAP 046/2025 dan format resmi Kemendikdasmen.

Kesimpulan

RPP tidak dihapus, hanya berdampingan dengan Modul Ajar. Pilih format yang sesuai konteks sekolah, dan pastikan komponen wajib terpenuhi. Untuk pembelajaran mendalam ala Kemendikdasmen 2025, Modul Ajar adalah pilihan yang lebih kaya.

Baca juga