Sejak Kemendikdasmen mengusung visi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada 2025–2026, format Modul Ajar tidak cukup hanya "kegiatan pendahuluan-inti-penutup". Ia harus memantik pemahaman bermakna, memberi ruang refleksi, dan selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Berikut langkah membuat Modul Ajar yang sesuai Kepka BSKAP 046/2025 dan Panduan Kemendikdasmen 2025.
3 Prinsip Pembelajaran Mendalam
- Mindful: peserta didik sadar akan proses belajarnya sendiri.
- Meaningful: materi dikaitkan dengan pengalaman nyata.
- Joyful: pembelajaran menyenangkan tanpa mengurangi tantangan kognitif.
Ketiga prinsip di atas harus terlihat pada bagian pertanyaan pemantik, kegiatan inti, dan refleksi.
Komponen Wajib Modul Ajar
- Identitas modul (satuan, jenjang, fase, mapel, alokasi).
- Kompetensi awal / prasyarat.
- Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan.
- Sarana & prasarana.
- Target peserta didik.
- Model pembelajaran (PjBL, PBL, discovery, inquiry).
- Tujuan Pembelajaran (TP) dari ATP.
- Pemahaman bermakna & pertanyaan pemantik.
- Kegiatan pembelajaran per pertemuan.
- Asesmen (diagnostik, formatif, sumatif) + KKTP.
- Pengayaan & remedial.
- Refleksi guru & peserta didik.
- Lampiran: LKPD, bahan bacaan, glosarium, daftar pustaka.
Langkah Membuat Modul Ajar (7 Langkah)
1. Tentukan Cakupan (1 topik / 3–5 pertemuan)
Modul Ajar sebaiknya mengikat beberapa pertemuan yang berkaitan, bukan satu pertemuan lepas. Contoh: "Menulis Teks Eksposisi" untuk 4 pertemuan.
2. Petakan TP → KKTP
Ambil TP dari ATP, lalu susun KKTP dengan indikator konkret.
3. Tulis Pemahaman Bermakna
4. Rancang Pertanyaan Pemantik
- Gunakan pertanyaan terbuka (bukan "iya/tidak").
- Relevan dengan pengalaman peserta didik.
- Menantang berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Contoh: "Menurutmu, mengapa satu unggahan bisa viral sementara yang lain tidak?"
5. Susun Kegiatan (Sintaks Model Pembelajaran)
Pilih model lalu ikuti sintaksnya. Contoh PBL untuk 1 pertemuan (2×40'):
| Sintaks | Aktivitas | Waktu |
|---|---|---|
| Orientasi masalah | Menampilkan video isu sampah plastik. | 10' |
| Mengorganisasi | Peserta didik dibagi 5 kelompok, memilih sub-isu. | 10' |
| Investigasi | Studi pustaka + wawancara mini di lingkungan sekolah. | 30' |
| Presentasi karya | Tiap kelompok memaparkan gagasan. | 20' |
| Refleksi | Guru + peserta didik meresume, mengaitkan ke Profil P3. | 10' |
6. Rancang Asesmen & Diferensiasi
- Diagnostik: di awal, untuk memetakan kesiapan.
- Formatif: observasi, kuis singkat, umpan balik lisan.
- Sumatif: produk atau kinerja akhir.
- Diferensiasi: siapkan bahan / tantangan berbeda untuk 3 kelompok kesiapan.
7. Tambah Refleksi & Lampiran
Refleksi guru minimal menjawab: apa yang berhasil, apa hambatan, apa yang akan diperbaiki. Refleksi peserta didik pakai bentuk yang sesuai usia (jurnal, emoji, exit ticket).
Checklist Modul Ajar Siap Supervisi
- ✅ 13 komponen terisi lengkap.
- ✅ TP mengacu Kepka BSKAP terbaru.
- ✅ Ada pertanyaan pemantik HOTS.
- ✅ KKTP tercantum untuk setiap TP.
- ✅ Ada diferensiasi minimal 1 aspek.
- ✅ Refleksi peserta didik tersedia.
- ✅ LKPD terlampir dan sesuai.
Cara Cepat: Modul Ajar Otomatis
Partner Mengajarmu menghasilkan Modul Ajar lengkap (13 komponen + LKPD + bank soal + kartu refleksi) hanya dalam ~3 menit. Cukup pilih mapel, fase, dan TP dari ATP; sistem menyusun sisanya sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen 2025.
Penutup
Modul Ajar yang baik bukan yang tebal, melainkan yang memantik makna. Terapkan 7 langkah di atas, gunakan checklist supervisi, dan biarkan AI membantu mengurangi beban administrasi agar Anda fokus mendampingi peserta didik.



