Modul Ajar

Cara Membuat Modul Ajar Pembelajaran Mendalam 2026 (Panduan 7 Langkah)

14 Juli 2026 10 menit bacaOleh Tim Partner Mengajarmu
Ilustrasi Modul Ajar Pembelajaran Mendalam

Sejak Kemendikdasmen mengusung visi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada 2025–2026, format Modul Ajar tidak cukup hanya "kegiatan pendahuluan-inti-penutup". Ia harus memantik pemahaman bermakna, memberi ruang refleksi, dan selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Berikut langkah membuat Modul Ajar yang sesuai Kepka BSKAP 046/2025 dan Panduan Kemendikdasmen 2025.

3 Prinsip Pembelajaran Mendalam

  • Mindful: peserta didik sadar akan proses belajarnya sendiri.
  • Meaningful: materi dikaitkan dengan pengalaman nyata.
  • Joyful: pembelajaran menyenangkan tanpa mengurangi tantangan kognitif.

Ketiga prinsip di atas harus terlihat pada bagian pertanyaan pemantik, kegiatan inti, dan refleksi.

Komponen Wajib Modul Ajar

  1. Identitas modul (satuan, jenjang, fase, mapel, alokasi).
  2. Kompetensi awal / prasyarat.
  3. Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan.
  4. Sarana & prasarana.
  5. Target peserta didik.
  6. Model pembelajaran (PjBL, PBL, discovery, inquiry).
  7. Tujuan Pembelajaran (TP) dari ATP.
  8. Pemahaman bermakna & pertanyaan pemantik.
  9. Kegiatan pembelajaran per pertemuan.
  10. Asesmen (diagnostik, formatif, sumatif) + KKTP.
  11. Pengayaan & remedial.
  12. Refleksi guru & peserta didik.
  13. Lampiran: LKPD, bahan bacaan, glosarium, daftar pustaka.

Langkah Membuat Modul Ajar (7 Langkah)

1. Tentukan Cakupan (1 topik / 3–5 pertemuan)

Modul Ajar sebaiknya mengikat beberapa pertemuan yang berkaitan, bukan satu pertemuan lepas. Contoh: "Menulis Teks Eksposisi" untuk 4 pertemuan.

2. Petakan TP → KKTP

Ambil TP dari ATP, lalu susun KKTP dengan indikator konkret.

3. Tulis Pemahaman Bermakna

4. Rancang Pertanyaan Pemantik

  • Gunakan pertanyaan terbuka (bukan "iya/tidak").
  • Relevan dengan pengalaman peserta didik.
  • Menantang berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Contoh: "Menurutmu, mengapa satu unggahan bisa viral sementara yang lain tidak?"

5. Susun Kegiatan (Sintaks Model Pembelajaran)

Pilih model lalu ikuti sintaksnya. Contoh PBL untuk 1 pertemuan (2×40'):

SintaksAktivitasWaktu
Orientasi masalahMenampilkan video isu sampah plastik.10'
MengorganisasiPeserta didik dibagi 5 kelompok, memilih sub-isu.10'
InvestigasiStudi pustaka + wawancara mini di lingkungan sekolah.30'
Presentasi karyaTiap kelompok memaparkan gagasan.20'
RefleksiGuru + peserta didik meresume, mengaitkan ke Profil P3.10'

6. Rancang Asesmen & Diferensiasi

  • Diagnostik: di awal, untuk memetakan kesiapan.
  • Formatif: observasi, kuis singkat, umpan balik lisan.
  • Sumatif: produk atau kinerja akhir.
  • Diferensiasi: siapkan bahan / tantangan berbeda untuk 3 kelompok kesiapan.

7. Tambah Refleksi & Lampiran

Refleksi guru minimal menjawab: apa yang berhasil, apa hambatan, apa yang akan diperbaiki. Refleksi peserta didik pakai bentuk yang sesuai usia (jurnal, emoji, exit ticket).

Checklist Modul Ajar Siap Supervisi

  • ✅ 13 komponen terisi lengkap.
  • ✅ TP mengacu Kepka BSKAP terbaru.
  • ✅ Ada pertanyaan pemantik HOTS.
  • ✅ KKTP tercantum untuk setiap TP.
  • ✅ Ada diferensiasi minimal 1 aspek.
  • ✅ Refleksi peserta didik tersedia.
  • ✅ LKPD terlampir dan sesuai.

Cara Cepat: Modul Ajar Otomatis

Partner Mengajarmu menghasilkan Modul Ajar lengkap (13 komponen + LKPD + bank soal + kartu refleksi) hanya dalam ~3 menit. Cukup pilih mapel, fase, dan TP dari ATP; sistem menyusun sisanya sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen 2025.

Penutup

Modul Ajar yang baik bukan yang tebal, melainkan yang memantik makna. Terapkan 7 langkah di atas, gunakan checklist supervisi, dan biarkan AI membantu mengurangi beban administrasi agar Anda fokus mendampingi peserta didik.

Baca juga